-->

Kerja Kopral Gaji Jendral

Silahkan Masukan Alamat E-Mail Anda Apabila Anda Tertarik Membaca Artikel Dari Saya Disini...

Sabtu, 25 April 2009

Pentingnya Menghafal dan Memahami Al Quran Posted by: Gatot Pramono on: Januari 4, 2008


Pentingnya Menghafal dan Memahami Al Quran

Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.

qs-2-97.gif



Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur;an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.

Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“ ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.

Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.

Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.

Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.

Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa“ (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan“ untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.

Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.

Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta“ Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.

Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:

qs-91-8-10.gif“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.“

Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, „cling“ mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.

Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:

qs-8-29.gif

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
(QS Al Baqarah : 2)

Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.

Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.

Memang solusi pemahaman Al Quran ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajat dari diktat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kiai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Quran dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkulaitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.

Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.

Wallahu alam bi shawab



»»  read more

Sabtu, 04 April 2009

DHL Andalkan ProView demi Genjot Standar Layanan


DHL (perusahaan pengiriman ekspress dan logistik terkemuka), tepat di awal April ini mengumumkan peluncuran DHL ProView. Apa itu ProView?

ProView merupakan perangkat berbasis web yang memudahkan pelanggan untuk melacak dan memonitor pengiriman barangnya setiap saat. Tujuannya tentu saja tak lain untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan.
Cara penggunaannya juga mudah. Di sini, pelanggan dimungkinkan untuk melacak status pengiriman setiap saat dari belahan dunia mana pun menggunakan nomor rekening tertentu, tanpa menggunakan nomor bukti tanda terima. Selanjutnya, pelanggan akan menerima informasi tentang kegiatan pengiriman mereka secara proaktif via email atau SMS, alhasil kontrol terhadap pengiriman menjadi lebih baik dan transparan.

Pelacakan menggunakan ProView tidak hanya terbatas sampai informasi pengiriman, tapi juga informasi tentang in-transit, pemeriksaan cukai atau penundaan, dll. Pusat-pusat distribusi, pelanggan dan para mitra dagang kini juga dapat menerima laporan pengiriman kapan pun dan di mana pun tanpa harus menggunakan komputer. Efisiensi dan proses kerja pun dapat tercapai dengan baik.

Layanan ProView disediakan gratis bagi para pelanggan. Seorang pelanggan bahkan dapat membuka hingga 1.999 rekening untuk pengiriman yang berbeda-beda. Satu rekening pelanggan dapat dilacak oleh pengguna yang berbeda pada saat bersamaan. Kabar baiknya, laporan ini juga sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia.

"Peluncuran DHL proView menunjukkan fokus kami terhadap pelanggan dengan menempatkan kebutuhan mereka sebagai strategi bisnis utama kami. DHL ProView juga memperkokoh kmitmen perusahaan akan layanan dan inovasi produk yangt berkesinambungan dengan menawarkan solusi terbaik di kelasnya, sehingga dapat menghemat penggunaan sumber daya dan pada akhirnya dapat menghemat biaya dalam bisnis mereka," kata David Ng (Senior Technical Advisor, PT Birotika Semesta/ DHL Express, Indonesia). Peluncuran layanan yang ditawarkan di Asia Pasifik ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan peluncuran di Amerika Serikat pada tahun 2006 silam.

»»  read more

Nokia Lahirkan Navigator Gress


Nokia. Produsen ponsel terkemuka yang satu ini kembali datang dengan gebrakan anyarnya. Kali ini Nokia mengusung dua ponsel sekaligus. Mereka adalah Nokia 6710 Navigator dan 6720 Classic.

Pada seri 6710 Navigator, terdapat tombol khusus untuk mengakses seluruh proses navigasi, termasuk A-GPS, kompas dan zoom area untuk memperjelas melihat peta. Ponsel berjenis slider ini juga memanjakan penggunanya lewat pengalaman melihat peta dengan jelas melalui layar ukuran 2,6 inci, pun dengan dukungan keypad yang nyaman. Saat asyik menjelajah tempat-tempat menarik yang baru menggunakan Nokia Maps, pengguna pun dapat membaginya kepada kerabat melalui fitur pesan, tag lokasi, review maupun online. Urusan memotret, seri 6710 Navigator pun tak mau kalah, pasalnya ponsel navigator ini membekal kamera 5 megapiksel dengan dukungan optik Carl Zeiss dan flash LED ganda untuk menghasilkan foto berkualitas.

Seri kedua, yakni 6720 Classic datang dengan model candy bar, yang mengusung keandalan pada suara yang jernih saat menelepon. Hal tersebut utamanya berkat dukungan model ponsel yang dirancang melengkung, dan disesuaikan dengan bentuk wajah. Alhasil suara yang dihasilkan pun menjadi lebih baik. Jadi, di sini gangguan dari suara eksternal akan dikurangi dan lebih menonjolkan kualitas suara internal.

Kedua produk gress besutan Nokia tersebut yang telah diluncurkan pada ajang Showcase Nokia 2009, bersamaan dengan Mobile World Congress (MWC) 2009 di Barcelona, Spanyol belum lama ini. Menurut sumber berita yang kami lansir, seri 6710 Navigator akan masuk ke Indonesia pada kuartal ketiga 2009, sedangkan seri 6720 Classic direncanakan mulai melenggang di tanah air lebih cepat, sekitar kuartal kedua 2009.
»»  read more

SPC Tes Benchmark Storage HDS


Storage Performance Council (SPC) menguji kemampuan dari produk Hitachi Data Systems (HDS) pada keluarga AMS 2000 series. Hasilnya produk tersebut berhasil meraih kinerja terbaik untuk kategori sistem storage modular. Sementara pada AMS 2000 series terdapat beberapa model storage kelas menengah, yakni Hitachi AMS 2100, Hitachi AMS 2300, dan Hitachi AMS 2500.

Pada pencatatan Hitachi AMS 2500, HDS memperoleh nilai maksimal, yaitu kinerja throughput yang mencapai 89,491,81 SPC-1 IOPS (Input/Output Operations Per Second) dengan waktu tanggap (response time) 8,98 milliseconds (seperseribu detik).

Sehingga hasil tersebut membuktikan (AMS 2500) sebagai produk yang sesuai untuk aplikasi bisnis seperti Microsoft Exchange, SQL, Oracle, dan SAP.

Sementara penilaian lainnya, pada storage AMS 2100. Produk ini berhasil mencatatkan rasio harga per kinerja terbaik senilai US$ 5,10 / SPC-1 IOPS. Yang mana memberikan dampak lebih besar terhadap investasi aset storage dengan penurunan konsumsi daya dan pendinginan.

“Hasil pengukuran terbaru ini mengesankan, sekaligus menunjukkan bahwa Hitachi akan terus memberikan nilai terbaik guna mendukung infrastruktur TI pelanggan, baik hari ini maupun di masa yang akan datang,” kata Tony Palmer dari ESG Lab.


»»  read more

WEBCAM XP


Dengan aplikasi ini, kamera web yang terpasang di PC bisa menjadi kamera IP yang bisa dikontrol melalui protokol internet. Ini artinya, webcam bisa menjadi pemantau yang bisa diakses dari mana saja. Cocok untuk dijadikan pengawas manakala Anda harus meninggalkan kantor atau rumah dalam jangka waktu agak lama.


Untuk versi gratisnya, Anda bisa mengamati tangkapan kamera web yang terpasang melalui browser atau Windows Media karena hasil rekaman akan secara otomatis distreaming ke server yang telah ditentukan.



Rekaman kamera ini juga bisa di-upload ke server FTP atau HTTP, sehingga bisa saja Anda menampilkannya lewat situs web pribadi. Dengan ini, situs pribadi Anda sudah bisa menjadi siaran TV internet live dengan siaran hasil tangkapan webcam.



Anda bisa mengatur tampilan rekaman secara digital, misalnya melakukan panning, zoom, danjuga tilt (memutar lensa). Aplikasi ini juga berkoneksi dengan aplikasi webcam lainnya. Fitur encoding video juga tersedia.



Untuk memberi kekhasan pada rekaman kamera Anda, gunakan fasilitas watermark atau overlay dengan gambar pada video rekaman yang di-streamingkan. Karena gratis, Anda hanya memiliki sumber video tunggal. Jika di-upgrade ke versi Pro, maka sumber video bertambah dan Anda mendapatkan fungsi detektor gerak. (AR. Athalla—Kontributor)



Ukuran file penginstal


5 MB

Jenis


Gratis

Platform


Windows XP/Vista

Website


www.webcamxp.com

»»  read more

ShareThis